Purwokerto, 3 September 2026 - Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Purwokerto membuka wacana kolaborasi dengan radio swasta dan radio komunitas di wilayah eks Karesidenan Banyumas pada Kamis, 3 September 2026. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat penyebaran informasi yang akurat di tengah pesatnya perkembangan media digital.
Kepala LPP RRI Purwokerto, Slamet Faozan, mengatakan kolaborasi antarlembaga penyiaran menjadi kebutuhan di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Menurutnya, kerja sama tersebut dapat menjadi bentuk simbiosis mutualisme, karena masing-masing lembaga memiliki sumber daya dan keunggulan yang dapat saling melengkapi.
“Di tengah era pertumbuhan digital yang luar biasa, kita harus sadar bahwa kolaborasi, membangun kekuatan bersama, sudah menjadi keharusan. Sehingga ketika KPID Jawa Tengah mengajak RRI Purwokerto bersama-sama membangun kerja sama ini, kami sambut baik,” ujarnya.
Slamet mengatakan, melalui kolaborasi tersebut, jaringan pewartaan RRI dapat diperkuat dengan kontribusi reporter maupun sumber daya dari radio swasta dan komunitas.
Ia menilai kerja sama juga menjadi tantangan bagi RRI untuk terus meningkatkan kualitas, mulai dari konten, kemasan, hingga penyajian informasi agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Ketika bergabung teman-teman swasta dan teman-teman swasta juga bisa berkontribusi, jadi sesuatu yang saling melengkapi. Sehingga lengkap sudah antara kita dan swasta, muncullah satu kekuatan yang luar biasa,” katanya.
Slamet menjelaskan, bentuk kerja sama saat ini masih dalam tahap pembahasan. Kolaborasi nantinya dapat berupa relay siaran berita RRI, pemanfaatan berita melalui platform digital, maupun bentuk kontribusi lainnya.
Selain pemberitaan, menurutnya, peluang kerja sama juga terbuka untuk program siaran lain, seperti dialog dan program kolaboratif.
“Era ini tidak bisa sendiri. Bahkan swasta, apalagi di era sekarang, sangat tidak bisa sendiri. Ketika kolaborasi dan kita akan mengelaborasi apa pun yang bisa dipertumbuhkan, itu sangat memungkinkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KPID Jawa Tengah, Muhammad Aulia Assyahiddin, mengatakan wacana kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang terverifikasi.
Menurutnya, RRI dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi radio swasta dan komunitas, sehingga mereka tidak hanya mengandalkan informasi dari internet yang belum tentu teruji kebenarannya.
“Ketika situasi lembaga penyiaran sulit, kita menganggap bahwa informasi yang valid, solid, tidak hoaks itu bisa diproduksi oleh RRI. Daripada mengambil dari internet yang tidak teruji, tidak terverifikasi, maka sumber utama yang sudah langsung bisa clear dan benar dalam prosesnya adalah RRI,” katanya.
KPID Jawa Tengah berharap semangat kolaborasi antarlembaga penyiaran dapat terus dikembangkan, sehingga keberadaan radio tetap kuat sekaligus mampu memberikan informasi yang berkualitas dan dapat dipercaya masyarakat.