Purwokerto, 26 September 2026 – Radio tidak hanya mnjadi media untuk menyampaikan informasi dan hiburan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Hal tersebut terlihat dari pengalaman Windi, salah satu pendengar RRI Pro 1 Purwokerto yang telah mengikuti siaran RRI selama sekitar 10 tahun.
Dalam kegiatan Jumpa Pendengar RRI Pro 1 Purwokerto, Windi membagikan pengalamannya sebagai pendengar setia sekaligus pandangannya terhadap perkembangan RRI dari waktu ke waktu. Ia mengaku pertama kali mengenai RRI karena mengikuti kebiasaan sang ibu yang juga menjadi pendengar RRI.
”Saya Windi. Saya mendengarkan RRI karena ibu saya juga mendengarkan, jadi saya ikut mendengarkan. Ternyata program-programnya bagus-bagus,” ujar Windi.
Berasal dari Kranji, Windi mengaku telah mendengarkan RRI selama kurang lebih satu dekade. Meski awalnya hanya mengikuti kebiasaan ibunya, ketertarikannya kemudian tumbuh setelah menemukan berbagai program yang menurutnya informatif dan sesuai dengan kebutuhan pendengar.
Salah satu program yang menjadi favorit Windi adalah Mutiara Pagi. Menurutnya, program tersebut memberikan banyak pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ia juga menikmati beragam program lain yang hadir sepanjang hari.
”Yang saya dengarkan jelas itu Mutiara Pagi, karena ilmunya banyak. Intinya, semua yang saya dengarkan itu bagus, informatif, dan sesuai dengan keadaan saat ini,” tuturnya.
Tidak hanya program informatif, Windi juga menikmati program hiburan seperti siaran dangdut pada siang hari. Menurutnya, keberagaman program membuat RRI tetap menarik unuk didengarkan dalam berbagai situasi.
Kebiasaan mendengarkan RRI bahkan telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari Windi dan keluarganya. Ia mengatakan bahwa radio kerap dibiarkan menyala di ruang tamu karena menjadi salah satu media utama yang mereka gunakan di rumah.
”Iya, berputar 24 jam. Karena kami tidak menyalakan televisi, yang dinyalakan kebetulan radio. Jadi kami dengarkan saja,” katanya.
Keberadaan radio yang selalu menyala membuat siaran RRI dapat menemani berbagai aktivitas keluarga di rumah. Bagi Windi, hal tersebut menunjukkan bahwa radio masih memiliki ruang tersendiri di tengah kehadiran berbagai media digital.
Bagi Windi, salah satu pengalaman yang berkesan dalam kegiatan Jumpa Pendengar adalah ketika ia bertemu dengan pendengar RRI lainnya. Ia melihat adanya antusiasme yang kuat dari para pendengar yang hadir, termasuk mereka yang datang dari tempat yang jauh.
Menurutnya, sebagian pendengar bahkan telah mengikuti perjalanan RRI sejak lama dan terus menyaksikan perkemangan lembaga penyiaran tersebut hingga saat ini.
”Mungkin pengalaman yang paling berkesab itu saat ini ya. Karena awalnya saya cuma mengikuti ibu, tapi ternyata di sini pendengarnya militan semua. Ada yang datang jauh-jauh ke sini dan mereka sudah mendengarkan RRI dari zaman dulu sampai sekarang, mengikuti perkembangannya,” ungkap Windi.
Pertemuan tersebut sekaliusa memperlihatkan bahwa hubungan antara RRI dan pendengarnya tidak hanya terbentuk melalui siaran, tetapi juga melalui interaksi secara langsung. Kegiatan Jump Pendengar menjadi ruang bagi RRI untuk mendengar pengalaman, pandangan, serta harapan masyarakat sebagai pendengarnya.
Memasuki usia yang ke-81, RRI dinilai telah mengalam berbagai perubahan dalam menghadirkan program kepada masyarakat. Windi mengakui bahwa dirinya sempat merasa beberapa program RRI pada masa lalu cenderung monoton. Namun, menurutnya, perkembangan dalam beberapa tahun terakhir membuat RRI semakin menarik.
”Alhamdulillah RRI sekarang sudah mengikuti perkembangan zaman. Beberapa tahun yang lalu programnya terasa membosankan dan terkesan begitu-begitu saja. Tapi dalam beberapa tahun terakhir ini semakin berkembang, semakin bagus, dan semakin ramai,” jelasnya.
Menurut Windi, kemampuan RRI menyesuaikan diri dengan perubahan zaman menjadi salah satu hal yang penting untuk dipertahankan. Ia juga melihat adanya perkembangan dari sisi platform, dari yang sebelumnya lebih dikenal melalui siaran audio hingga kini turut hadir melalui YouTube. Bagi Windi, perkemangan tersebut menunjukkan bahwa media radio tetap dapat beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat yang semakin dekat dengan platform digital.
Sebagai pendengar, Windi berharap RRI dapat terus mempertahanlan perannya sebagai media yang dekat dengan masyarakat. Ia berharap RRI tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara masyaraka dengan pemerintah.
”Harapannya bisa menyambungkan antara keinginan rakyat dengan pemerintah, karena RRI punya akses yang lebih dekat ke sana. Terus juga tetap memberikan informasi yang jelas dan mengikuti perkembangan zaman,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sejaug ini tidak memiliki kritik khusus terhadap RRI. Namun, ia berpesan agar RRI terus mengikui perkembangan teknologi dan menjaga kualitas program yang telah dibagun. Bagi Windi, perubahan zaman merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi penting agar RRI tetap dapat hadir dan relevan bagi masyarakat.
Kegiatan Jumpa Pendengar Pro 1 Purwokerto menjadi salah satu ruang untuk memperkuat hubungan tersebut. Di tengah perubahan media yang semakin cepat, pengalaman Windi menunjukkan bahwa keberadaan pendengar tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan RRI.
Dari kebiasaan mendengarkan bersama keluarga hingga hadirnya berbagai platform digital, RRI terus berupaya menjadi media yang informatif, adaptif, dan dekat dengan masyarakat.