Purwokerto, 16 Oktober 2026 - Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap melakukan kunjungan dan observasi ke RRI Purwokerto pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengenal lebih dekat proses kerja di dunia penyiaran, khususnya dalam pengelolaan program siaran, proses produksi, hingga manajemen pemasaran radio.
Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Siaran. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan materi dari pihak RRI Purwokerto mengenai proses produksi dan manajemen siaran yang disampaikan oleh Hanny Jumiarty, S.H dari bagian penyiaran, serta manajemen pemasaran RRI yang disampaikan oleh Fajar Nugroho Mulyo Putro, S.Sos dari bagian Layanan Pengembangan Usaha (LPU).
Salah satu mahasiswa peserta kunjungan, Cininta Aulia Prasanti, mahasiswa semester lima Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UNUGHA Cilacap, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pengelolaan program radio, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi setelah program dilaksanakan.
“Tujuannya yang pertama itu salah satu untuk memenuhi tugas mata kuliah manajemen siaran, di mana untuk memahami bagaimana cara manajemen program radio yang baik dan benar, lalu mengelola sebuah program supaya program tersebut sukses dan berjalan lancar melalui daya praproduksi, proses produksi hingga pascaproduksi,” ujar Cininta.
Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai bagaimana sebuah program siaran dirancang dan dijalankan secara terstruktur. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami praktik penyiaran secara langsung, tidak hanya melalui materi perkuliahan.
Pemilihan RRI Purwokerto sebagai lokasi kunjungan juga didasarkan pada rekomendasi dosen serta hubungan kerja sama antara kampus dan RRI. Kondisi tersebut memudahkan mahasiswa untuk mengakses pengalaman belajar secara langsung dari lembaga penyiaran.
“Sebelumnya memang sudah dari dosen kita itu merekomendasikan RRI karena memang RRI dan kampus kita itu sudah berafiliasi, jadi komunikasinya lebih mudah. Juga RRI itu termasuk radio yang tertua dan terlama di Indonesia, jadi mungkin lebih banyak pengalaman yang bisa diambil oleh kita,” ungkap Cininta.
Salah satu hal yang menarik perhatian Cininta dari pemaparan tersebut adalah upaya RRI dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama untuk menarik minat generasi muda. Menurutnya, perkembangan media dan perubahan kebiasaan masyarakat menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh lembaga penyiaran agar program yang disajikan tetap relevan dengan kebutuhan pendengar.
“Menurut saya yang paling menarik itu dari program penyiaran mungkin ya, jadi bagaimana RRI ini bisa berevolusi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman ini dan bagaimana mereka untuk bisa menarik anak muda tertarik dengan RRI,” tuturnya.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa tantangan dunia penyiaran tidak hanya berkaitan dengan bagaimana menghasilkan program yang berkualitas, tetapi juga bagaimana menyesuaikan penyajian konten dengan karakteristik audiens yang terus berkembang.
Generasi muda yang semakin akrab dengan berbagai platform digital memiliki banyak pilihan untuk memperoleh informasi dan hiburan. Kondisi tersebut membuat lembaga penyiaran perlu terus mengembangkan pendekatan komunikasi agar tetap dapat menjangkau pendengar dari berbagai kelompok usia.
Selain memperoleh pemahaman mengenai proses produksi dan pengelolaan program, Cininta mengaku mendapatkan pengetahuan baru tentang jangkauan layanan RRI serta karakteristik program yang disiarkan.
“Yang saya baru ketahui di sini ternyata RRI itu ada di 98 titik di Indonesia. Lalu ada juga program yang memang khusus berita, lalu di Pro 1 dan Pro 2 yang juga tertuju untuk hiburan dan kalangan Gen Z,” jelasnya.
Informasi tersebut menambah wawasan mahasiswa mengenai keberadaan RRI sebagai lembaga penyiaran yang memiliki jangkauan luas. Melalui berbagai program yang disajikan, kebutuhan pendengar terhadap informasi dan hiburan dapat dilayani melalui pendekatan siaran yang berbeda.
Pengenalan terhadap karakteristik program juga memberikan gambaran bahwa penyusunan siaran perlu memperhatikan sasaran pendengar. Setiap program memiliki tujuan dan karakteristik tersendiri sehingga perencanaan konten, pemilihan materi, serta cara penyampaian perlu disesuaikan dengan kebutuhan audiens yang dituju.
Cininta menilai pembelajaran secara langsung di lingkungan lembaga penyiaran sangat penting bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan magang maupun Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
“Sangat penting karena tentunya karena prodinya komunikasi dan penyiaran Islam, otomatis kita harus mengetahui bagaimana cara manajemen siaran dan pemasaran supaya ke depannya mungkin sebelum kita magang atau PPL kita sudah lebih tahu sedikit-sedikit,” ujar Cininta.
Selain itu, pengalaman observasi dapat membantu mahasiswa memahami bahwa pengelolaan program membutuhkan kemampuan mengatur kegiatan secara sistematis sekaligus menyesuaikan diri dengan situasi yang berkembang. Kemampuan tersebut juga dapat diterapkan dalam pengelolaan kegiatan di luar penyiaran, seperti acara kampus maupun program organisasi.
“Manfaat yang paling dirasakan saya itu setelah mengikuti kegiatan ini, bagaimana caranya untuk terutama memanajemen sebuah program, entah itu program siaran atau program kegiatan apa pun, lalu bagaimana caranya beradaptasi dengan perkembangan zaman,” kata Cininta.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama kunjungan ke RRI Purwokerto dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, baik untuk pengembangan diri maupun untuk dibagikan kepada orang lain.
“Harapannya untuk kita itu ilmu yang didapatkan bisa berguna untuk kita ke depannya, entah itu untuk diri sendiri ataupun orang lain,” pungkasnya.
Kunjungan mahasiswa UNUGHA Cilacap ke RRI Purwokerto menjadi salah satu bentuk pembelajaran di luar kelas yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktis. Melalui pengenalan proses produksi, manajemen siaran, dan pemasaran, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman awal mengenai dunia penyiaran serta kesiapan untuk menghadapi pengalaman praktik kerja pada tahap pendidikan berikutnya.